Desa Gowok Tengah, Serang, Banten, menjadi desa yang berada di posisi rawan pada masa Pandemi Corona (Covid-19) ini. Sebab, sekalipun desa itu masih dikategorikan hijau, alias tanpa kasus Covid-19, tetapi Desa Gowok terapit oleh 2 (dua) desa lain yang dikategorikan sebagai zona oranye. Setidaknya sudah ada 3 (tiga) kasus positif Covid-19 di 2 desa yang mengitari desa gowok tersebut.

Namun langkah preventif lebih dipilih oleh warga setempat. Bekerjasama dengan LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) Dompet Dhuafa, Desa Gowok Tengah memplokamirkan diri sebagai Kampung CEKAL (Cegah Tangkal) Corona. Bukan hanya sekedar nama, namun berbagai progam pencegahan penularan virus pun diterapkan di desa tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih. Saya minta semua aparat desa dan warga mendukung program ini. Dan, semoga bisa dicontoh oleh kampung lainnya”, aku Suyanto, Kepala Desa Gowok Tengah.

Bukan hanya perihal kesehatan, langkah preventif berupa Kampung CEKAL Corona tersebut juga bertujuan untuk menjadi alternatif sosial di masa pandemi ini. Menurut Sifing Lestari, selaku Direktur LKC Dompet Dhuafa, sektor pertanian dan peternakan yang banyak ada di desa menjadi sektor yang masih bertahan di masa sekarang. Dengan inisiasi bertambahnya kampung CEKAL Corona ini, diharapkan bisa mempertahanka posisi itu. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan bagi para warganya.

“Jangan sampai pandemi masuk ke desa dan memengaruhi produktivitas masyarakat dan perekonomian desa sebagai pemasok utama bahan pangan jadi menurun”, jelas Sifing.

Dengan sosialiasi dan edukasi kesehatan dari LKC Dompet Dhuafa, beberapa progam akan bisa diaplikasikan untuk mewujudkan Kampung CEKAL Corona di Desa Gowok Tengah.