JAKARTA SELATAN — “Tadi malam saya ke mana-mana cari oksigen nggak dapat-dapat pak. Semuanya lagi pada butuh, semuanya dipakai. Syukur terima kasih banyak Dompet Dhuafa bisa bantu tabung oksigen buat suami saya,” ucap Wartini (52) kepada Tim Crisis Center Dompet Dhuafa usai pemasangan tabung oksigen untuk suaminya, Warto (63), di RSU Andhika, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/7/2021).

Air mata Warti jatuh sejak Tim Crisis Center tiba di depan IGD tempat suaminya dirawat. Dengan segera, Warti langsung menghampiri tim untuk menunjukkan di mana suaminya berbaring. Tim turut bergegas menimpali. Achmad Zikri, salah satu tim, menurunkan tabung oksigen berukuran 2 kubik dari ambulans. Dinda Fitria Sanda sebagai perawat bergegas mendorong tabung masuk ke ruang IGD tempat Pak Warto dirawat, kemudian memasangkannya.

“Tadi malam saya dan tim mendapat info dari Crisis Center Dompet Dhuafa untuk mengirim dan memasang tabung oksigen terhadap salah satu pasien covid-19 di ruang IGD RSU Andhika, Jagakarsa. Kami langsung berbegas mempersiapkan, kemudian pagi harinya kami langsung menuju lokasi,” terang Dinda.

Kepada tim, Warti bercerita, dirinya dan suami sehari-hari berdagang makanan hewan di rumah. Di rumah, mereka tinggal bersama dua anak yang masih kecil. Dua minggu lalu, sang suami terjatuh lemas disertai sesak napas. Mereka kemudian memutuskan untuk melakukan tes. Hasilnya, Pak Warto dinyatakan positif covid-19. Dikarenakan semua rumah sakit penuh, dokter yang memeriksanya menyatankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Namun, keadaan Pak Warto tak kunjung membaik selama isolasi mandiri. Napasnya semakin sesak, saturasi oksigen pada dirinya pun semakin hari semakin berkurang. Setelah usaha yang cukup melelahkan, Bu Warti mendapat ruang dan bed darurat di RSU Andhika.

“Saya syukur sekali saat itu dapat tempat di RSU Andhika ini. Suami saya akhirnya mendapat oksigen dari rumah sakit,” ucap Warti.

Setelah seminggu dirawat, pada Sabtu (17/7/2021), Warti kembali pusing saat pihak rumah sakit mengumumkan bahwa pasokan oksigen di rumah sakit menipis. Pihak rumah sakit kemudian menyarankan kepada keluarga para pasien untuk mencari oksigen secara mandiri.

Kepanikan Warti bertambah saat melihat wajah suaminya mengalami kepucatan, saturasi oksigen turun, sedangkan jarum indikator pada tabung oksigen menunjukkan kadarnya habis. Beruntung salah satu teman memberitahunya bahwa Dompet Dhuafa memberikan layanan tabung oksigen gratis bagi pasien-pasien yang tidak mampu.

“Alhamdulillah ya Allah. Semalam bapak napasnya sesak banget. Terima kasih pak, bu, sudah menolong suami saya. Tadi itu muka bapak pucet banget,” ucapnya berulang-ulang.

Setelah selesai memasang dan memeriksa Pak Warto, kepada Bu Warti, Dinda menyampaikan, “Kondisi bapak alhamdulillah sudah tidak pucat lagi. Saturasinya yang sebelumnya 70 persen, terakhir tadi sudah mulai naik di 86 persen. InsyaAllah secara berkala, bapak segera membaik ya bu. Kami juga senang bisa membantu ibu, bapak, dan keluaraga,” ujar Dinda sebelum pamit. (Dompet Dhuafa/Muthohar)