TANGERANG SELATAN — Memasuki tahun kedua serangan pandemi covid-19, para tenaga kesehatan (nakes) semakin merasakan hal-hal berat. Pasalnya, dengan jumlah mereka yang terbatas, para nakes harus bekerja sangat ekstra dalam menyelamatkan nyawa orang-orang yang terinveksi covid-19. Belum reda Negara ini menstabilkan poros kesehatan dan ekonomi, awal Juli 2021 lalu Indonesia dikagetkan dengan varian Delta. Varian ini masuk dan menjangkiti empat belas provinsi hanya kurang dari satu bulan dan hampir membuat kolaps sistem kesehatan. Akibatnya, Pemerintah Indonesia harus kembali memberlakukan Peraturan PPKM (Pemberlakuan Pengurangan Kegiatan Masyarakat) dari PPKM Darurat lalu diperpanjang menjadi PPKM Level 3-4.

Meningkatnya kasus positif covid-19 di pertengahan tahun ini, menyebabkan seluruh Rumah Sakit Rujukan Covid-19 mengalami kepadatan pasien covid-19. Pelayanan RS kewalahan, ruang ICU Penuh, ruang isolasi penuh, hingga terjadi kasus langkanya tabung oksigen. Dengan kondisi seperti ini, sudah jadi barang tentu beban para nakes kian bertambah ekstra. Bahkan, tidak sedikit dari mereka akhirnya gugur, beberapa juga ada yang memilih mundur.

Berangkat dari kenyataan tersebut, Crisis Center Cekal Corona Dompet Dhuafa ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut peduli terhadap para nakes. Salah satunya, Dompet Dhuafa menyerukan kampanye publik Surat untuk Nakes yang dimulai pada Senin (26/7/2021). Gerakan Surat untuk Nakes ini nermaksud memberikan dukungan moral dan material kepada para tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan. Mulai dari upaya advokasi untuk nakes yang mengalami kekerasan dan penanganan kebijakan perlindungan nakes. Sekaligus juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa para nakes sudah berjuang sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.

Melalui gerakan Surat untuk Nakes ini selama Bulan Agustus hingga September 2021, Dompet Dhuafa menyeru para penulis, blogger, influencer, relawan, public figure, serta masyarakat umum untuk ikut mengambil peran. Kepedulian tersebut diharapkan dapat menjadi energi serta semangat baru untuk terus meyakinkan para nakes, bahwa masarakat selalu ada untuk terus berjuang bersama mereka. Sesuai pepatah yang menyatakan, “As you grow older You will discover That you have two hands. One for helping yourself, and The other for helping others“

Pada acara Press Conference Gerakan Kepedulian Lindungi Nakes di Markas Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa pada Senin (26/7/2021) dihadiri secara vurtual oleh berbagai kalangan. Di antaranya Ahmad Sonhaji selaku Ketua Gugus Tugas Cekal Corona Dompet Dhuafa, Bambang Suherman selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, M. Ali Yusuf selaku Ketua Humanitarian Forum, Hamid Abidin dari Himpunan Philantrophy Indonesia, dr. Daeng M Faqih, SH, MH selaku ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. M. Adib Khumaidi, Sp. OT selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), Harif Fadilah, SKP, SH selaku ketua umum Persatuan Persatuan Perawat Indonesia(PPNI), Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Bendady Pramono selaku Sekjen ILUNI FEB UI, dr. Muhammad Zakaria selaku Direktur RST DD, serta para stakeholder dari lembaga-lembaga lainnya. Para stakeholder ini menyatakan turut mendukung atas seruan gerakan Surat untuk Nakes sekaligus menyampaikan orasi-orasinya.

“Melalui Program ini, kami ingin megajak seluruh masyarakat melakukan suatu penghargaan kepada para tenaga kesehatan. Mari kita goreskan tinta. Kita ungkapkan dengan ekspresi kecintaan, rasa simpati dan empati terhadap para tenaga kesehatan yang sedang berjuang melawan covid-19. Tuliskan apresiasi anda, naikkan di media sosial, ini akan menjadi imun bagi mereka. Harapan kami, para nakes selalu diberi kekuatan oleh Allah SWT dalam membantu masyarakat yang terpapar virus covud-19. Yang kedua, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat agar dapat mengambil posisi, baik secara moril maupun materiil,” seru Ahmad Sonhaji selaku Ketua Gugus Tugas Crisis Center Cekal Corona Dompet Dhuafa.

Konsep gerakan Surat untuk Nakes adalah dengan menuliskan surat dalam format tulis tangan yang ditujukan kepada para tenaga kesehatan (nakes) dengan berisikan ucapan pesan, doa, terima kasih, ataupun sekedar ucapan semangat kepada mereka yang sedang berjuang dan yang gugur dalam menangani pasien covid-19. Lalu, surat tersebut diposting di sosial media dengan tagar #LindungiNakes dan #SuratUntukNakes. Surat yang telah diunggah di sosial media tersebut dapat dikirimkan ke Markas Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, di Jl. Menjangan Raya No. 130, Pd. Ranji, Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15412.

“Hari ini kami ingin menggugah kembali kepada semua pihak, tentang keseriusan Dompet Dhuafa terhadap penanganan pandemi covid-19 ini. Dompet Dhuafa yang berasas kemanusiaan tetap konsisten berupaya memperkecil peluang penyebaran covid-19. Sejak Bulan Maret 2020, berbagai macam upaya telah kami gulirkan dan hingga hari ini terus berlangsung. Mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan, pangan, spiritual, dan lain-lainnya. Bersama mari kita wujudkan ketangguhan masyarakat Indonesia mulai dari individu, keluarga, kelompok, lembaga-lembaga masyarakat, hingga lembaga-lembaga pemerintahan” ucap Bambang Suherman selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa dalam orasinya.

Di penghujung acara, Dompet Dhuafa secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) dan petugas Badan Pemulasaraan Jenazah (BARZAH) sebagai petugas yang tak pernah gentar menolong pasien-pasien covid-19 selama 7×24 jam. (Dompet Dhuafa/Muthohar)