Bekasi — Crisis Center Covid-19 Dompet Dhuafa menerima panggilan untuk melakukan layanan tes antigen secara gratis untuk siswa dan warga sekitar Pondok Pesantren Al-Barokah As-Saidah (ABAS), Kel.Jatisari, Kec.Jatiasih, Bekasi (31/7/2021) pada Sabtu pagi. Pukul 08:00 WIB tim yang terdiri dari dua tenaga kesehatan berangkat menuju lokasi dari markas Crisis Center Covid-19 Dompet Dhuafa, Pondok Ranji, Tangerang Selatan,

Warga sangat antusias dalam mengikuti tes antigen yang diberikan. Baik orang tua, pengajar, pengurus dan anak-anak sangat supportif dalam mengikuti layanan ini.

“Seperti yang kita ketahui dalam kondisi pandemi Covid-19, banyak orang tua santri dan warga sekitar yang penghasilannya terganggu. Alhamdulillahnya, tetap Allah kasih rezeki, meski tidak seperti biasanya,”jelas Bugis Satrio selaku Pengurus Ponpes ABAS, Jatisari-Bekasi.

“Sehingga layanan ini sangat meringankan warga, ucapan terima kasih tanpa henti berdatangan dari pihak orang tua santri maupun warga sekitar,”tambahnya.

Satu bulan ini, berdasarkan pantauan tim kesehatan Dompet Dhuafa, sekitar 150 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jl. H. Jaiman RW 001 Kel. Jatisari, Kec Jatiasih. Sebanyak lima (5) pasien meninggal dunia akibat Covid-19. Sehingga mendorong warga sekitar untuk mengajukan layanan antigen kepada Crisis Center Covid-19 Dompet Dhuafa.

Kemudian dalam layanan antigen gratis ini dari 43 spesimen yang dites, ditemukan dua (2) spesimen menunjukan hasil reaktif. Kemudian tim Dompet Dhuafa segera melapor bahwa terdapat warga dengan hasil reaktif. Sekaligus mengedukasi agar senantiasa melakukan protokol kesehatan. Di satu sisi, ditemukan juga spesimen yang baru saja selesai dalam masa 15 hari isolasi mandiri dan menunjukan hasil tes non-reaktif.

Sapari (45) salah satu penyintas Covid-19 menuturkan sangat terbantu lewat layanan ini. Pasalnya di antara ketiga anggota keluarganya, hanya dia saja yang masih positif Covid-19. Sedangkan istri dan kedua anaknya sudah tidak lagi terjangkit Covid-19.

“Kebetulan anak-anak dan istri saya sudah negatif. Sedangkan saya masih positif Covid-19. Kemudian saya dianjurkan untuk isoman kembali hingga 15 hari. Alhamdulillahnya hari ini menunjukan hasil sudah negatif,”pungkas Sapari.